Operasi ginekologi pertamaku yang memusingkan: Uterus didelphys, blind hemivagina, hematokolpos dan hematosalping kanan

Seorang gadis datang dengan nyeri perut bagian bawah terus menerus, usia 13 tahun (usia sebenarnya 17 tahun, hanya karena hendak memakai jamkesmas saudaranya). Riwayat keluar darah haid setiap bulannya seperti gadis normal umumnya. Saat datang ke RS didiagnosis appnediksitis, dilakukan USG ditemukan uterus membesar dan dipenuhi cairan, serta massa kistik di adneksa kanan. Disebelah kiri uterus yg membesar, terdapat gambaran uterus dalsam ukuran normal yg bergeser ke lateral, lengkap dengan gambaran endometrial line. Dari pemeriksaan fisik dan USg tersebut disimpulkan diagnosis awal kista coklat ovarii yang mendesak uterus ke sebelah kiri.

Saat eksplorasi melalui laparotomy, ditemukan uterus didelphys, dengan hematokolpos dan hematosalping kanan. Uterus kanan kesan belum terisi darah (tidak ada hematometra). salping kiri dan kedua ovarium dalam keadaan baik.
Kesimpulan akhir adalah uterus didelphys dengan blind hemivagina yang sudah menyebabkan hematokolpos dan hematosalping kanan.

Blind hemivagina merupakan malformasi yang langka yang melibatkan saluran Miillerii dan Wolffii. Kondisi ini pertama kali dikenal pada tahun 1922 (Purslow, 1922). Seringkali keadaan ini menunjukkan uterus didelphys yang disertai agenesis ginjal ipsilateral (Herlyn-Werner-Wunderlich syndrome). Patogenesis dan etiologi yang masih belum diketahui.

Penanganan yang bisa dilakukan antara lain reseksi septum vagina,  hemihysterectomy dengan hemicolpectomy ipsilateral. Pembedahan konservatif juga bisa dilakukan dengan melakukan eksisi septum diikuti marsupialisasi dari blind hemivagina tersebut, yang sering sudah dapat mengatasi keadaan ini.

B. Haddad, E. Barranger and B.J. Paniel dalam studinya "Blind hemivagina: long-term follow-up and reproductive performance in 42 cases" (Hum. Reprod. (1999) 14 (8): 1962-1964. doi: 10.1093/humrep/14.8.1962) menyebutkan bahwa luaran obstetrik pasien dengan kelainan ini yang kemudian hamil serupa dengan penelitian lain (Acien, 1993; Raga, 1997). Kehamilan dapat terjadi terutama pada rongga kontralateral (80%), dengan 4 pasien mengalami kehamilan di sisi yang terkena setelah prosedur pembedahan. Temuan ini mengkonfirmasikan bahwa setelah obstruksi diatasi, rahim dan tuba akan mempunyai fungsi yang normal.

Search me!

syndrome de Herlyn-Werner-Wunderlich, hematosalphing, didelphys uterus, perubahan hidropik pada mola hidatidosa, operasi uterus
Filed in: Featured, in Urogynecology Tags: blind hemivagina, ginekologi, hematokolpos, hematosalping, Herlyn-Werner-Wunderlich syndrome, Operasi, uroginekologi, Uterus didelphys

Share to your friends!





You might like:

Atlas of Pelvic Surgery Atlas of Pelvic Surgery
Williams Gynecology Williams Gynecology

Leave a Reply

Submit Comment

 
| Proudly designed by Theme Junkie.